JANK TANEAK - Ku

HOME

Tampilkan postingan dengan label bengkulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bengkulu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Manusia Tidak Mampu Menolak Hujan, Hanya Mampu Memohon Kepada Sang Kuasa



Berbincang-Bincang Dengan Mbah Yugo Suwito (100 tahun), Sering Diundang Setiap Ada Acara Besar

Manusia Tidak Mampu Menolak Hujan, Hanya Mampu Memohon Kepada Sang Kuasa


Yugo Suwito atau pria dengan panggilan akrabnya, Mbah Yugo, adalah seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan supranatural. Mbah Yugo, kerap diundang setiap kali ada acara-acara besar, salah satunya saat penutupan TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) di Lapangan Sepak Bola, Desa Sambirejo, Selupu Rejang, Rejang Lebong, Selasa (2/11). Mbah Yugo diminta bantuannya untuk menangkal hujan. Benarkah? berikut perbincangan dengan Mbah Yugo.

IMAN KURNIAWAN - Selupu Rejang


Mbah Yugo berpenampilan sangat sederhana, mengenakan pakaian serba hitam dan terselempang kain yang tampak sudah tak baru. Karena, dari bentuk kain terlihat sering digunakan oleh Mbah. Dibagian kepalanya ditutup dengan iket (kain penutup kepala) dari batik. Selain itu, Mbah Yugo mengenakan sapatu tinggi atau sering disebut dengan sepatu bot. Dan tidak ketinggalan, dibagian jari manis kiri dan kananya melingkar cincin bermata besar yang memancarkan energi magis. Meskipun usiannya, sudah menginjak 1 abad, namun mbah Yugo masih mampu melihat dengan tajam, dan kacamatanya tidak seperti orang seusianya, yang terlihat tebal. Kacamata yang dikenakan mbah Yugo tampak seperti kacamata seseorang usia 40-50 tahun.

Yang paling menarik dari Mbah Yugo yakni tongkat berwarna coklat melingkar-lingkar seperti ular cobra yang selalu digenggamnya. Bagian bawah tongkat yang menyentuh tanah persis seperti ekor ular dan bagian atas tongkat, yang selalu digenggam Mbah yugo bentuknya lebar persis seperti kepala ular cobra. Namun sayang Mbah Yugo tidak mengetahui dari kayu apa tongkat itu terbuat dan dari mana asalnya. "Saya tidak tahu dari mana tongkat ini," kata Mbah Yugo. Apakah tongkat itu merupakan warisan turun temurun? Mbah Yugo juga tidak mengerti, tahu-tahu tongkat itu sudah ada pada dirinya.

Mbah Yugo, adalah pria kelahiran Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta seratus tahun yang lalu. Sekitar tahun 1957, Mbah Yugo hijrah ke Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Entah bagaimana awalnya Mbah Yugo dipercaya mampu menunda kedatangan hujan. Mbah Yugo mengaku, sering diajak setiap ada acara besar, bukan hanya di Kepahiang dan RL, tapi juga Mbah Yugo sudah sering berkeliling Provinsi Bengkulu, seperti Bengkulu Utara dan Sebagainya. "Saya juga sering diajak oleh Gubernur," aku Mbah Yugo.

Kemarin Selasa, saat acara penutupan TMMD di Lapangan Sepak Bola, Desa Sambirejo, Selupu Rejang, keadaan langit tampak hitam pekat, menandakan saat itu bakal turun hujan yang sangat lebat. Sebelumnya, pagi sekali, Selupu Rejang sempat diguyur hujan. Mbah Yugo, tampak duduk tenang dibawah tenda tamu udangan, sejak awal Mbah Yugo tidak beranjak dari tempat duduknya. Dan juga tidak berbicara sama sekali. Namun, dari diamnya Mbah Yugo itu, tersirat bahwa sesungguhnya Mbah Yugo tidak diam. Mbah Yugo tengah mengucapkan sesuatu, hanya saja apa yang diucapkan tidak ada yang tahu kecuali Sang Maha Kuasa. Hingga acara usai, baru kemudian Mbah Yugo beranjak dari tempat duduknya. Anehnya, walaupun langit sangat gelap, ketika berlangsungnya Upacara Penutupan TMMD, hujan tidak turun, hanya angin yang bertiup lumayan kencang. Lambat laun, awan yang tadinya hitam terbuka, cahaya matahari menembus hingga lapangan. Hingga acara usai, hujan tidak turun. Ketika ditanya apakah Mbah Yugo memiliki kemampuan menangkal hujan? Mbah Yugo dengan polos mengatakan, tidak memiliki kemampuan itu. "Yang punya kuasa untuk menurunkan dan menunda datangnya hujan itu Yang Maha Kuasa. Manusia tidak mampu menangkal hujan. Kalau Yang Maha Kuasa Menghendaki turun hujan, kita tidak bisa menolak," kata Mbah Yugo bersahaja. Namun, kata Mbah Yugo, sebagai manusia perlu berdoa, agar Upacara dapat berlangsung lancar dan aman. "Saya hanya berdoa memohon agar upacara berjalan lancar, salah satunya memohon agar tidak turun hujan," pungkas Mbah Yugo.(**)

Pernah Di Terbitkan SKH. Radar Pat Petulai (RPP)

Sumber: http://darirejang.blogspot.com 

Ada 9 Wanita Lagi Siap Lapor Kemarin, Satu Wanita Lagi Laporkan Reskan

BENGKULU – Tindakan LR (39) melaporkan Bupati Bengkulu Selatan (BS), Reskan Effendi ke Polda Bengkulu dengan tuduhan pemerkosaan, benar-benar membuat gempar Provinsi Bengkulu. Laporan ini tampaknya menjadi pintu masuk munculnya laporan-laporan yang lain.

Terbukti, sehari pasca laporan LR, satu orang perempuan lagi berinisial SR (25), warga Jalan TKR Sebanis Kecamatan Kota Manna kembali melaporkan Reskan ke Polda Bengkulu dengan tuduhan pelecehan seksual. Laporan kasus ini sudah terdaftar dengan Laporan Polisi No.Pol: LP-B/527/V/2011/SPKT. Peristiwa pelecehan seksual terhadap SR terjadi pada 10 Agustus 2009 sekitar pukul 10.30 WIB.

Yang bikin penasaran, bukan hanya 2 wanita itu saja. Masih ada 9 wanita lagi siap melapor ke Polda Bengkulu terkait kasus serupa. Hal ini diungkapkan Direktur Lembaga Peduli Hukum Bengkulu (LPHB), Achmad Tamizi Gumay, SH saat mendampingi SR melapor ke Polda Bengkulu kemarin.

“Kami sudah mendapat laporan dari para korban yang mengaku kejadian serupa. Rata-rata mereka merupakan perempuan yang terlibat dalam tim sukses bupati saat mencalon dulu. Namun, saat ini kami belum dapat mengungkapkan identitasnya karena yang bersangkutan ingin menguatkan mental dulu untuk mengungkap kejadian yang mereka alami. Tunggu saja nanti, kebenaran pasti ada,” tegas Tarmizi.

Sementara itu, kepada wartawan di Polda Bengkulu, SR mengungkapkan, dia melapor ke Polda Bengkulu karena sudah tidak tahan dengan tekanan batin yang selama ini ia derita. Ia juga mengatakan baru berani melaporkan kejadian yang menimpa dirinya setelah LR lebih dulu membuka laporan kasus yang melibatkan bupati BS tersebut.

Kronologis kejadian menurut SR, pada Senin, 10 Agustus 2009 lalu, ia sedang berada di kantor Partai PNIM Jalan Hj. Khalifah Manna. Waktu itu ia sendirian di kantor. Tiba-tiba Reskan dating sendiri dan langsung masuk ke dalam kantor Partai PNIM Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Waktu itu saya sendirian. Reskan datang sendiri juga, dia menanyakan Nurdin Siana dimana, saya jawab belum dating. Kami lalu ngobrol berdua di dalam kantor,” terang SR.

Lebih lanjut, diungkapkan SR, saking asiknya ngobrol, Reskan memgang pundak SR. Merasa tidak pantas, SR menepis tangan Reskan. Namun setelah tangannya ditepis, bukannya berhenti, Reskan malah mencium bibirnya. SR langsung berontak, setelah itu Reskan salah tingkah dan langsung pergi meninggalkan SR.

“Saya berontak, dia langsung pergi setelah melihat saya cukup marah,” tegasnya.
Terkait laporan sebelumnya, Direktur Reskrimum AKBP Dedy Irianto, SH melalui Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto, SH ketika dikonfirmasi mengaku sedang mempelajari laporan tersebut. Namun untuk laporan SR, ia mengaku belum mengetahui ada laporan tersebut. “Kalau laporan yang pertama, kasusnya akan dipelajari dulu. Kami tidak akan gegabah. Terus laporan kedua belum tahu. Nanti saya lihat laporannya dulu,” terang Hery.

LR Akan Dituntut Balik

Sementara itu, laporan yang disampaikan LR (39) warga Pemangku Basri sepertinya berbuntut panjang. Soalnya pascapenyampaian laporan ke Polda Bengkulu Rabu (18/5) kemarin, terlapor dalam hal ini Bupati BS H. Reskan Effendi, SE telah mengambil ancang-ancang untuk melaporkan balik LR karena dianggap telah mencemarkan nama baik bupati dan pemerintah daerah.

Sebagaimana disampaikan Kabag Hukum Pemda BS yang juga orang kepercayaan bupati, Yulius Saisar, SH kemarin. Dengan tegas Yulius mengatakan pihaknya akan melaporkan balik LR ke Polda Bengkulu karena dinilai telah mencemarkan nama baik. Bukan hanya bupati saja yang dirugikan akibat ulah LR, melainkan juga pemerintah daerah. “Sehingga kita memutuskan untuk melapor balik ke Polda,” kata Yulius. Upaya ini menurut Yulius tidak main-main, pihaknya akan menyiapkan pengacara.

Yulius menilai laporan tuduhan pemerkosaan yang telah dilakukan orang nomor satu di BS ini merupakan upaya untuk menjatuhkan citra bupati. Selain itu, laporan ini penuh dengan muatan politis dan adanya pihak ketiga yang menunggangi sehingga LR melapor ke polisi. “Ini rencana kita untuk melapor balik, nanti akan dibicarakan lebih lanjut dengan bupati,” ungkap Yulius.

Diakui Yulius, dirinya merasa heran dengan laporan yang disampaikan LR. Mengingat selama ini antara bupati dengan pelapor begitu juga dengan seluruh tim masih terjalin komunikasi yang baik. Namun hal ini berubah 360 derajat saat yang bersangkutan melaporkan bupati atas tindakan pemerkosaan yang telah dilakukan tahun 2009 silam. “Kalau memang hal ini dilakukan, kenapa tidak melapor dari dulu, kenapa baru sekarang,” sambung Yulius penuh tanda tanya.

Bupati BS H. Reskan Effendi, SE sebelumnya menyampaikan laporan ini hanya untuk menjatuhkan dirinya. Bendahara tim sukses pasangan Reskan/Rohidin (Redho) ini diperkirakan merupakan golongan barisan sakit hati karena beberapa keinginan belum terpenuhi. Hal ini juga tidak ditampik Yulius. “Selama ini dia (pelapor) ikut membantu dan aktif dalam tim. Ya mungkin saja selama ini belum begitu diperhatikan,” demikian Yulius.

Seperti diketahui LR (39) Rabu siang mendatangi Polda Bengkulu guna melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan Bupati BS. Dalam laporan tersebut, diketahui versi pelapor perbuatan dilakukan 26 Oktober 2009 silam di sebuah hotel di Kota Bengkulu. LR yang juga menjadi pelapor dugaan penipuan CPNS di Polres BS ini mengaku melapor karena desakan suami dan adanya isu yang berkembang dirinya terlibat affair dengan bupati. (cuy/bek)

Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com

Sempurna, Bioskop Pertama di Curup

MERASA pentingnya sarana hiburan di KotaCurup, H.Muhammad Abas Saleh mendirikan sarana hiburan. Sebelumnya, H.M Abas merupakan seorang pedagang yang bermitra dengan TNI. Kemudian, karena perkenalannya dengan Ketua Bioskop Indonesia Rai Dilip Kumar, kemudian H.M Abas mendirikan sebuah gedung bioskop pada tahun 1955 dan berdiri tegak di tahun 1956. Berdirilah Bioskop Sempurna, sebuah bisokop pertama di Curup.

Namun, rencana H.M Abas membuat sarana hiburan berupa gedung bioskop pada masa itu terkendala oleh dana operasional, sedangkan gedung bioskop sudah berdiri. Akhirnya, dengan mendapat dukungan dari teman-temannya, Mahmud Tuaku Aryo, Moh Asan Han, Nanang Abu Bakar dan Ketua Serikat Islam se Sumbagsel Muhammad Ali. Hingga akhirnya sekitar bulan Agustus tahun 1956 izin biskop dikeluarkan.

Pada 2 Januari 1957, gedung bioskop akhirnya diresmikan oleh Ahmad Aroji Wakil Ketua I Serikat Islam, kemudian hadir Gubernur Militer Palembang M HUsen, Raja Film Asia Singapore Cahaya Murni, Than Bak Kang dan Ketua Bioskop Rai Dilip Kumar. Menurut Farid, pada saat itu, Than Bak Kang menyediakan film-film non India, sedangkan Dilip Kumar menyediakan film-film India. "Film yang pertama kali diputar waktu itu film King Kong, dengan harga karcis 50 perak," cerita Farid.

Bioskop pertama tersebut bangunannya cukup luas, 28 M x 75 M. Dengan jumlah kursi penonton yang disediakan sebanyak 1000 kursi. Sebuah gedung yang fantastis untuk masa itu, sudah mampu membuat gedung bioskop yang cukup besar. Dalam sehari Bioskop Sempurna menampilkan 3 kali pertunjukan, pukul 14.30 WIB, 16.30 WIB, dan 19.30 WIB. Karyawan Bioskop terdiri 3 orang operator proyektor, 3 penjaga, 4 penjaga karcis dan 6 tenaga kebersihan dan petugas lainnya. Total 24 orang karyawan.

Hingga akhirnya, sekitar 1974-1975, jumlah penonton mulai berkurang. Karena pada masa itu, mulai muncul stasiun televisi dan masyarakat banyak yang memilih menonton televisi. Kendati demikian, bioskop sempurna tetap bertahan. Sekitar tahun 1974 Pemerintah Daerah mendirikan Bioskop Pat Petulai, diatar tanah bekas hal badminton. Bioskop Sempurna, bertahan hingga tahun 1996, hingga akhirnya tutup dan kontruksinya sekarang hancur total. "Dulu bioskop merupakan hiburan primadona masyarakat Curup," pungkas Farid.

Sumber: http://darirejang.blogspot.com